Featured Slider
Mp3 Kajian
Taskiyatun Nufs
Bawalah Ucapan Saudaramu Kepada Makna yang Benar, Jagalah Persatuan
Senin, 23 April 2012
وَلا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
“Janganlah kamu seperti kaum musyrikin, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka sehingga mereka menjadi bergolong-golongan, setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada mereka.” [Ar-Rum: 31-32]
Oleh karena itu, generasi Salaf senantiasa berusaha menjaga persatuan kaum muslimin dengan menghindari sebab-sebab terjadinya perpecahan, baik dalam ucapan maupun perbuatan. Sehingga, Salaf dahulu sangat berhati-hati dari semua yang mengandung sebab perpecahan dan rusaknya hubungan antara sesama muslim.
Bimbingan Allah تعالى Tentang Penyebaran Berita
Minggu, 25 Maret 2012
Bimbingan Allah تعالى Tentang Penyebaran Berita
بسم الله الرحمن الرحيم
Allah تعالى berfirman dalam Al-Qur’an:
وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا
“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).” (An-Nisa’: 83)
Doktor Az-Zuhaily berkata dalam tafsirnya yang berjudul “At-Tafsir Al-Munir” ketika menafsirkan ayat di atas:
Ini adalah pengingkaran dari Allah تعالى bagi orang yang bersegera melakukan sesuatu tanpa dicek dahulu. Lalu dia buru-buru mengabarkannya, menyiarkannya, dan menyebarkannya. Padahal kabar tersebut belum bisa jadi tidak benar seperti diberitakan.
Berpegang Teguh Dengan Tali (Agama) Allah Oleh Muhammad Na'im (Khutbah Jum'at)
Senin, 19 Maret 2012
Silhakan Didownload Bagus! Semoga Bermanfaat.
SALAFIYUNPRESS.wordpress.com
Kaidah Penentuan Yang Mar’uf dan Yang Mungkar
Kamis, 15 Maret 2012
Para pembaca yang mulia,kewajiban beramar mar'uf nahi mungkar tidak mungkin terlaksana tanpa mengilmui (memahami dengan baik) sesuatu yang mar’uf dan yang mungkar,tidak mungkin menegakkannya dengan benar tanpa mengilmui (memahami dengan baik) sesuatu yang mar’uf dan yang mungkar itu.Bahkan,mudarat (efek negative) yang ditimbulkannya seringkali lebih besar dari pada manfaatnya.
Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin Rahimahullah.Seoarang yang melakukan aktivitas amar mar’uf nahi mungkar harus mengilmui (memahami dengan baik) hukum-hukum syar’I terkait dengan yang mar’uf dan yang mungkar.Jika pelaku amar mar’uf nahi mungkar tidak memahami dengan baik,lalu menyeru orang dengan sesuatu yang dianggapnya mar’uf,padahal menurut pandangan syariat bukan mar’uf,mudarat (efek negativnya) lebih besar dari pada manfaatnya.(1)
Kewajiban Menegakkan Amar Maruf Nahi Mungkar
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin Rahimahullah berkata;”Amar mar’uf nahi mungkar adalah tonggak yang kuat untuk mempertahankan keberadaan suatu umat,kemuliaan dan keutuhannya.Dengannyaa,suatu umat tidak bisa diporak-prandakan oleh hawa nafsu dan tidak bisa diceraikan oleh jalan-jalan kesesatan.” (1).
Betapa tinggi kedudukan amr mar’uf nahi mungkar itu.Betapa besar manfaatnya bagi kehidupan umat.Ketika ia dicampakkan,ilmu tentangnya diremehkan,dan pelaksanaannya tidak dipedulikan,niscaya akan tersebar kesesatan dan kebodohan ditengah umat,negeri-negeri hancur dan umat manusia akan binasa.
Asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh Rahimahullah berkata;”Sesungguhnya mar mar;uf nahi Munkar adalah poros terkuat agama ini.Dengan misi itulah,Allah Subhanahuwata’ala mengutus para Nabi dan Rasul. Ketika ia dicampakkan,ilmu tentangnya diremehkan,dan pelaksanaannya tidak dipedulikan,niscaya akan tersebar kesesatan dan kebodohan (di tengah umat,penj.),negeri-negeri akan hancur dan umat manusia akan binasa.” (2).
Amar Maruf Nahi Munkar Simbol Keimanan dan Kepedulian Umat
Perjalanan suatu umat seringkali tidak selalu dalam satu keadaan.Pasang surutnya iman,berat ringannya rintangan,besar kecilnya godaan sangat berpengaruh bagi eksitensi mereka dalam kehidupan.Terkadang ia mampu berada diatas kebaikan dan terkadang pula terseok-seok diempaskan oleh badai kemungkaran.Maga Suci Allah dengan Segala Hikmahnya.Yang telah membimbing para hamba untuk saling menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran,serta menjadikannya amalan mulia dalam semua syariat (agama) yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul-Nya.Bahkan karenanya Allah Subhanahuwata’ala menurunkan kitab suci dan mengutus para Rasul dimuka bumi.Demikianlah penuturan,Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah dalam kitab al-Istiqomah (2/198)

